Kepala DPM-Desa: Gerakan Mengajar Desa sebagai Kegiatan Pemuda Berbasis Pendidikan

Kepala DPM-Desa: Gerakan Mengajar Desa sebagai Kegiatan Pemuda Berbasis Pendidikan

BANDUNG - Kepala Seksi Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, Nugi Ganjar Nugraha, S.TP. mewakili Kepala DPM-Desa Provinsi Jawa Barat, H. Dedi Supandi, S. STP, M.Si. untuk memberikan sambutan dalam first gathering Relawan Mengajar Desa yang merupakan kolaborasi antara FPSH HAM Jawa Barat dengan Gerakan Mengajar Desa, Sabtu (14/3).

Diwakili Nugi, Kepala DPM-Desam Dedi Supandi menyambut baik Gerakan Mengajar Desa tahun 2020 tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai kegiatan pemuda yang berbasis pendidikan. Ia juga mengapresiasi upaya Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat ini sebagai partisipasi dalam upaya memajukan desa. Dengan kegiatan yang aktif para para pemuda yang merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah, bahkan nasional.

"Kita tahu bahwa keberadaan desa secara mozaik menutupi seluruh wilayah daerah, maka apabila desa-desa di daerah maju, maka akan menjadi cerminan kemajuan daerah tersebut. Begitu puka sebaliknya, apabila desa-desa itu kurang maju, maka menjadi cermin kekurangmajuan daerah tersebut," kata Kepala DPM-Desa yang sambutannya diwakili Kepala Seksi Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, Sabtu (14/3).

Desa adalah tanggung jawab semua, baik pemerintah maupun non pemerintah, termasuk di dalamnya perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, lembaga/institusi non pemerintahlainnya, serta media.

"Sehingga upaya yang dilakukan Forum Pelajar Sadar Hukum dan HM Provinsi Jawa Barat ini semoga dapat memperkaya khasanah dan memperkuat kemajuan desa, khususnya di Jawa Barat kita cintai," ungkapnya.

Menurut Kepala DPM-Desa, saat ini masih ada kesenjangan yang signifikan terkait pendidikan yang diselenggarakan di desa dengan kualitas yang ada di perkotaan. Pendidikan belum menjadi prioritas utama bagi warga desa untuk mengenyam pendidikan yang layak, masih berprioritas kepada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Untuk itu diperlukan perhatian yang ekstra bagi penyelenggaraan pendidikan di desa melalui berbagai kerja sama di antara stake holder.

"Kami sangat mengapresiasi bahwa peran ini diambil oleh Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan relawan pemuda dari berbagai kabupaten/kota untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan pemikirannya," tutur Dedi.

Adanya perhatian atas desa tersebut menjadi bahan yang penting untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di desa yang akan berimplikasi langsung terhadap kemajuan desa pada umumnya.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat merubah mindset dari warga desa atas begitu pentingnya pendidikan dalam menghadapi persaingan yang dihadapi kedepannya. Kemudian, dapat menggali potensi sumber daya manusia di desa sehingga kedepannya didapatkan sumber daya manusia yang unggul dan dapat menjadi agent of change terhadap warga desa lainnya. Selain itu, kegiatan mengajar desa dapat menjadikan desa yang kuat dan mandisi, dapat menoopang kehidupannya, tidak tetrgantung terhadap bantuan-bantuan yang didapatkan, baik dari pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat.

"Semoga kegiatan ini dapat menjadi sumbangsih terhadap upaya mewujudkan desa yang maju, kuat, dan mandiri menjadi Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan kolaborasi dan inovasi," pungkasnya. (red/hms/fpsh).

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *