Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan dengan Dasar Hukum dan Berbasis HAM

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan dengan Dasar Hukum dan Berbasis HAM

KUNINGAN - Pada tanggal 21 Oktober 2020, pngurus Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM beserta tim pembinaan mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kuningan. Kepala Lapas Kuningan, Gumilar menyatakan bahwa mengelola manusia/individu memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Sesuai dengan cita-cta dan harapan bangsa Indonesia tahun 1965, dasar hukum yang berbasis HAM sudah di laksanakan.

Adapun salah satu pembinan yang di lakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kuningan ini yaitu dari membuat jadwal tidak bedanya seperti halnya jadwal di pesantren, dari mulai bangun tidur hingga beristirahat kembali dan selalu diperhatikan mulai dari makan, ibadah, dan lain-lain.

'Tujuan utama kami pengurus Forum Pelajar Sadar Hukum HAM mengunjungi penghuni lapas yaitu kami ingin berbagi cerita serta ingin mengetahui apakah penghuni lapas tersebut menyadari kesalahannya apa yang telah ia perbuat di waktu lalu dan membuat flashback agar bisa disadari atas kesalahannya sehingga tidak terulang di masa depan dan mereka mulai bisa berkembang baik secara fisik atau psikologis, dengan menularkan sebuah kreatifitas, dan lainnya," kata Hasbullah, Sekretaris Tim Pembinaan Kesadaran Hukum dan HAM.

Adapun Jumlah tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kuningan ada 296 dari berbagai kasus, usia, hingga suku budaya dan alamat.

"Dan ada dua macam pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Kuningan ini yaitu pembinaan keterampilan dan kepribadian. Dalam pembinan kepribadian karena kebanyakan mayoritas penghuni lembaga pemasyarakatan beragama muslim maka dari itu pihak lembaga pemasyarakatan bekerja sama bersama MUI untuk mempelajari Alquran dan memperdalam agama sehingga para penghuni lembaga pemasyarakatan ini menjadi pribadi yang lebih baik lagi," terangnya.

Pola pembinaan tiap penghuni lembaga pemasyarakatan ini berbeda beda dan kebanyakan narapidana Lapas Kuningan tidak termasuk kasus yang berat atau kelas tinggi.

Pengk

Pengelompokan kamar di Lembaga Pemasyarakatan Kuningan ini diatur berdasarkan hukuman atau kasus teekecuali orang orang tertentu. Karena Lembaga Pemasyarakatan Kuningan termasuk lapas tingkat minimum security, maka idealnya lapas minimum security ini untuk narapidana yang asimilasi.

"Untuk pengkelompokan masih campur ada yang berdasarkan usia, ada yang khusus narkoba, ada kamar khusus teroris, dan memisahkan narapidana yang kemungkinan besar bisa menghasut penghuni lapas yang lain dipisahkan dan jika narapidana itu bisa beradaptasi dengan baik dan bergabung dengan yang lain tanpa memengaruhi atau menghasut narapidana yang lain maka narapidana itu bisa disatukan dengan penghuni yang lainnya, terkecuali untuk para penghuni lembaga pemasyarakatan yang sudah lanjut usia itu difasilitasi dan diberi ruangan khusus dan di tempatkan satu atau dua orang penghuni lembaga pemasyarakatan yang masih muda untuk membantu para narapidana yang telah lanjut usia dalam kegiatan sehari harinya," pungkasnya. (red/fpsh)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *