Matangkan Persiapan Hari HAM, FPSH HAM Hadiri Rapat di Gedung Sate

Matangkan Persiapan Hari HAM, FPSH HAM Hadiri Rapat di Gedung Sate

BANDUNG - Dalam rangka menyambut Hari HAM se-Dunia atau Human Rights Week Festival 2019, Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Provinsi Jawa Barat menghadiri rapat koordinasi (rakor) pada Rabu (30/10/2019) yang diwakili oleh ketua FPSH HAM Jawa Barat Nandi bersama Pj. Sekda Provinsi Jawa Barat, Kepala Biro Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat, Setda Jawa Barat, Kabid HAM Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, pegawai Biro Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat, pegawai Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat, serta Kepala Bagian Hukum Kota Bandung.

Di tahun ini, Provinsi Jawa Barat menjadi tuan rumah penyelenggara Hari HAM se-Dunia yang puncaknya akan digelar pada tanggal 10 Desember 2019 mendatang.

Rapat yang dilaksanakan di Gedung Sate tersebut membahas beberapa hal terkait HAM, di antaranya penyerahan penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM, jamuan makan malam Gubernur Jawa Barat, seminar HAM yang disertai dengan pameran HAM, serta rapat teknis pelaporan aksi HAM di lima daerah.

"FPSH HAM diberikan kesempatan untuk mengolaborasikan kegiatan seminar nasional yang bertema Hak Asasi Manusia dalam persepektif milenial," terang Nandi usai rapat persiapan Hari Ham se-Dunia, Rabu (30/10/2019).

Rencananya, seminar nasional tentang HAM akan digelar pada Sabtu (7/12/2019) mendatang di Aula Gedung Penerbit Erlangga Bandung dan yang akan menjadi pembicara pada seminar tersebut adalah Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. (Kepala Staf Kepresidenan Indonesia), Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H. (Ditjen Hak Asasi Manusia), H. Moch. Ridwan Kamil, S.T., MUD. (Gubernur Jawa Barat), Aiman Witjaksono, S.T., M.Si. (wartawan, news anchor), dan Raja Daud M. Hutauruk (Direktur Utama PT Penerbit Buku Erlangga).

Panitia Hari HAM se-Dunia pada tahun 2019 tepatnya yang ke-71 tahun mengusung tema "Pelayanan Publik yang Berkeadialan". Dalam peringatan ini diupayakan lebih menonjolkan keberadaan empat kelompok rentan, di antaranya pencegahan kebencian dan hoax, anak-anak, wanita, dan penyandang disabilitias. (MHT).

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *