Mengorek Kesadaran Hukum di Indonesia

Mengorek Kesadaran Hukum di Indonesia

Kesadaran hukum masyarakat Indonesia sekarang ini semakin menurun, banyak sekali kejahatan-kejahatan yang dilakukan, baik disengaia maupun tidak disengaja. Menurunnya kesadaran hukum tidak hanya terjadi pada lapisan menengah dan lapisan bawah, tetapi juga keseluruh lapisan. Sekarang ini banyak lapisan atas terutama para peiabat yang mempunyai kekuasaan dan kedudukan banyak melakukan perbuatan yang melanggar hukum, seperti melakukan korupsi. Menurunnya masyarakat sekarang ini juga disebabkan karena pemerintahnya yang belum banyak berbuat apa-apa untuk melakukan pembaharuan di dalam hukum.

Sesesorang dalam melakukan kejahatan sekarang ini tidak lagi dilakukan sendiri selama orang tersebut mempunyai uang dan kekuasaan dapat melakukan apapun. Uang dan kekuasan yang sekarang ini membuat kesadaran hukum itu menurun di masyarakat. Undang-undang dan peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan kadangkala belum berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat tidak menjalankan undang-undang dan peraturan pemerintah dengan baik bahkan adakalanya melanggar hal tersebut.

Kesadaran dalam arti sempit menjadi tahu itu terjadi karena proses pengkhabaran, pemberitahuan, dan pengajaran. Lewat proses-proses ini orang menjadi tahu isi normative yang terkandung di dalam kaidah-kaidah hukum. Sehubungan dengan itu ia akan segera menyesuaikan segala perilakunya ke tuntutan-tuntutan kaidah. Proses pengkhabaran dan pengajaran semacam itu acapkali berlaniut dalam dalam proses pendidikan ialah proses pembangkitan rasa patuh dan setia. Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan formal untuk meningkatkan kesadaran hukum. Pendidikan tersebut dimulai dari sejak TK, di mana pada pendidikan tersebut misalnya diberikan gambaran tentang gambar-gambar peraturan lalu lintas. Kemudian pada pendidikan SD sampai dengan SMA juga diberikan pengajaran tentang kesadaran hukum pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Pada perguruan tinggi sangat diperlukan bagaimana kesadaran hukum tidak hanya diberikan di Fakultas Hukum saja, tetapi juga diberikan kepada fakultas lain. Dengan diberikan dalam pendidikan formal diharapkan kesadaran hukum itu dapat muncul.

Proses sosialisasi kaidah-kaidah harus dimulai sejak dini, semeniak insan-insan manusia ingin membentuk dan membangun keluarga, diteruskan pada saat individu-individu generasi berikutnya berada dalam kandungan seorang ibu. Anak harus dididik dengan cara memberikan pengajaran mengenai nilai-nilai moral, yang tentu saja melalui media rohani dan psikologis orang tuanya. Penyuluhan-penyuluhan kaidah-kaidah tersebut dapat dilakukan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan/atau di tengah pergaulan masyarakat pada umumnya.

Untuk meningkatkan kesadaran hukum diperukan penyuluhan tentang kesadaran hukum di masyarakat terutama pada masyarakat menengah ke bawah dan juga pada siswa-siswi SD sampai dengan perguruan tinggi. Peranan aparat penegak hukum dalam meningkatkan kesadaran hukum juga sangat dperlukan. Aparat penegak hukum seharusnya memberikan contoh-contoh yang baik kepada masyarakat. Dalam menyelesaikan masalah, aparat penegak hukum tidak melakukan kekerasan tetapi dengan melakukan pembinaan sehingga kesadaran hukum itu akan muncul dengan sendirinya. Jadi, peranan aparat penegak hukum sangat diperlukan, karena untuk menciptakan kesadaran hukum, hal tersebut akan membuat negara ini menjadi aman dan tentram.

Selain aparat hukum, bisa juga dengan organisasi pelajar, seperti Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM yang bergerak untuk membantu para aparat penegak hukum dalam menyadarkan masyarakat khususnya pelajar untuk sadar hukum dan tahu serta memahami hak asasi manusia.

Referensi : Kuncorowati, P.W. 2009. Menurunnya tingkat kesadaran hukum di Indonesia. Jurnal Civics. 6 (1):74-75.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *