Peringati Hari HAM, FPSH HAM Selenggarakan Webinar Nasional

Peringati Hari HAM, FPSH HAM Selenggarakan Webinar Nasional

BANDUNG – Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat bekerjsama dengan berbagai instansi dan lembaga menggelar Webinar Nasional Hak Asasi Manusia dan launching Gerakan Nasional (Role Model) Partipasi Pelajar Dalam Membangun Karakter Dan Kesadaran Hukum HAM. Hadir dalam webinar itu Menteri Hukum dan HAM Prof. Yasonna Hamonangan Laoly S,H.,M.Sc. Ph,D., Menteri Pendidikan Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A., dan Gubernur Jawa Barat Bapak Dr.(H.c,) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T. M.U.D.

Selain di hadiri oleh Menkumham dan Mendikbud serta Gubernur Jabar, webinar ini juga menghadirkan Dirjen HAM Dr. Muallim Abdi. M.H., Dirjen Paud Dikdasmen Jumeri, M.SI, Kepala Biro Hukum HAM Jabar, Ibu Dr. Eni  Rohyani, M.Hum Kepala Dinas Pendidikan Jabar H. Dedi Supandi, M. Si, dan juga Kepala Kanwil Kemenkuham Jabar Drs, Imam Suyudi, M.H.

Acara tersebut disiarkan secara langsung di Youtube FPSH HAM JABAR, Disdik Jabar, Tikomdik Kabar, dan Cisco Webex dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.50 WIB.

Dirjen HAM Jawa Barat Dr. Muallimin Adi, M.H. menyampaikan bahwa setiap orang yang hidup di dunia mendapatkan HAM, namun semakin hari semakin marak pelanggaran HAM yang terjadi. “Semoga dengan adanya FPSH HAM dan Duta Hukum ini dapat memberikan kesadaran dan dampak baik untuk orang-orang yang masih melanggar HAM," tuturnya.

Kemudian, Jumeri, M.Si Dirjen Paud Dikdasmen menyebut Covid-19 virus kecil yang dapat membunuh manusia yang menghebohkan hampir seluruh dunia. Selain itu, adanya virus Corona sangat banyak membuat perubahan di dunia diantaranya diadakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru yaitu dengan 3 M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga Jarak).

Ia juga mengatakan bahwa menurut Alvin Toffler di dalam buku The Third Ware 'Change is not merely necessary to life. It is life'  yang artinya ‘Perubahan tidak hanya dibutuhkan untuk hidup. Perubahan adalah hidup’. Zaman sekarang ini pada masa adanya industri masa, teknologi masa, pemasaran masa dan perang dingin sesungguhnya telah diramal oleh Alvin Toffler.

“Alvin Toffler juga berkata 'Orang-orang yang tidak berinteraksi atau orang yang bodoh bukanlah orang yang tak paham tentang pelajaran tetapi ialah orang-orang yang tak mau belajar,” tutup Jumeri, M.Si.

Selanjutnya pada pemateri kedua, yaitu Dr. Eni Rohyani, M .Hum menjelaskan tentang HAM.

“HAM menurut Jhon Lock adalah hak asasi yang didapat manusia sejak lahir yang bersifat universal, mutlak dan tidak dapat dibagi ataupun dikurangi. Di indonesia sendiri HAM sangat di junjung tinggi terbukti dengan adanya Komnas HAM, sebagaimana HAM telah diatur oleh UUD 1945 dan UUD HAM,” paparnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, setiap orang memang bebas dan berhak untuk berpendapat, tetapi tidak sepenuhnya dibebaskan berpendapat untuk menjelekkan dan menjatuhkan orang lain, sebab orang lain juga punya hak.

Dedi Supandi, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Jabar menyampaikan bahwa dengan adanya FPSH HAM Dinas Pendidikan menjadi semakin semangat melakukan penyelidikan terhadap para pelajar yang masih melanggar hukum seperti tawuran, narkoba, dan sebagainya.

“Selain itu sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Barat kita juga berharap agar pelajar yang mengikuti FPSH HAM dapat menggali ilmu yang lebih dalam lagi tentang hukum dan HAM serta dapat bersosialisasi di seluruh lapisan masyarakat terutama pada desa atau daerah terpencil yang masih rentan terhadap pelanggaran HAM,” pungkasnya. (fpsh).

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *