Seminar Nasional HAM Hasilkan Tetesan Air Mata

Seminar Nasional HAM Hasilkan Tetesan Air Mata

BANDUNG - Ada yang berkesan di penghujung Seminar Nasional HAM. Pasalnya, sosok Andika Dama Prasetya yang bercerita perjalanan hidupnya membuat peserta seminar mengucurkan air mata.

Lelaki yang kelahiran di Bandung, 28 Juni 2001 ini sebelumnya adalah anak jalanan. Ia pernah menjadi pedagang cilok untuk menunjang perekonomiannya.

"Dulu, saya naik motor pun ga boleh. Alasannya karena saya miskin. Dari sini saya memiliki impian untuk membeli motor. Impian itu ditempel di tembok. Alhamdulillah sekarang saya sudah memiliki motor. Itu hasil saya, bukan hasil dari orang tua," terang Andika seraya menahan air matanya.

Namun, ia tak bisa menahan lama air mata itu. Sosok yang kini menjadi mahasiswa di International Woman University pun akhirnya mengeluarkan tangisan yang ditahannya.

"Saya kuliah bukan untuk mencari gengsi, tetapi saya kuliah untuk mencari wawasan," tegasnya hingga terlihat tetesan air matanya tak bisa dibendung lagi.

Dulu, lanjutnya, ia pernah dipukul, bahkan dibuli, tetapi tetap kuat.

"Ibu saya tanya, kenapa kamu? Saya jawab, jatuh bu. Padahal saya dibuli," lanjut Andika.

Andika pernah meminta alat-alat mengaji kepada pemerintah, tetapi sampai sekarang belum didengar.

"Saya anak jalanan, tetapi saya anak jalanan yang bersikeras," lanjutnya.

Andika tak mampu lagi membendung air matanya. Panitia pun memberikan tisu dan memeluk erat.

Perlu diketahui, saat ini Andika menjadi mahasiswa di International Woman University. Ia dibantu oleh sebuah yayasan. Ia suka mengajar dan membantu anak jalanan.

Dibalik bangkitnya Andika, ternyata Andika memiliki prinsip yang sangat melekat pada dirinya, yakni "orang lain bisa kenapa saya tidak bisa". Itulah prinsip yang dipegang olehnya hingga akhirnya ia menjadi pemuda inspirasi banyak orang.

Tak hanya itu, pemuda kelahiran Bandung ini juga merupakan orang yang sangat giat untuk belajar, mencari ilmu, dan wawasan hingga akhirnya ia bisa memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan membagikan apa yang didapatnya kepada banyak orang, terutama anak jalanan. (red/fpsh).

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *