Sepucuk Pesan Teruntuk FPSH HAM dari Kabiro Hukum - HAM Jawa Barat

Sepucuk Pesan Teruntuk FPSH HAM dari Kabiro Hukum - HAM Jawa Barat

BANDUNG - Ketua Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM (FPSH HAM), Nandi, melaporkan giat-giat FPSH HAM dan Duta Hukum dan HAM kepada Kabiro Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Giat tersebut telah dilaksanakan melalui aksi media sosial maupun aksi nyata ke sekolah-sekolah dan masyarakat, Senin (13/4).

Usai melaporkan melalui pesan WhatsApp, Kabiro Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat, Eni Rohyani, merespon positif dan bangga terhadap kegiatan FPSH HAM dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Kemudian Eni memberikan pesan yang ditujukan kepada anggota dan pengurus FPSH HAM Jawa Barat. Berikut isi pesan yang disampaikan oleh Eni Rohyani.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.

Anak-anak FPSH HAM Jawa Barat yang sangat saya banggakan.

Saya prihatin dengan musibah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang tengah melanda tidak saja di Indonesia, tapi seluruh dunia. Nyaris tidak ada negara yang terbebas dari Covid-19, sehingga di samping pandemi, bencana yang kita hadapi adalah masalah kemanusiaan.

Saya berharap agar kalian bisa menjadi bagian dari gerakan memasyarakatkan penggunaan masker, karena masker adalah salah satu upaya pencegahan yang bisa kita upayakan. Tentunya kita menggunakan masker kain seperti anjuran pemerintah, karena masker kesehatan lebih dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, yang memiliki risiko sangat tinggi dalam melaksanakan tugasnya.

Saya juga berharap agar kalian menjadi pembela para pejuang dan pahlawan kemanusiaan, para dokter, paramedis, dan tenaga kesehatan lainnya dengan memberikan advokasi kepada orangtua, keluarga, teman, kerabat, dan lingkungan sekitar kita mengenai perlunya memberikan empati kepada para pahlawan itu dengan tidak memberikan beban tambahan berupa penolakan bertempat tinggal di sekitar kita, apalagi mengusir mereka. Kita juga harus memberikan pemahaman agar tidak terjadi penolakan pemakaman jenazah, baik tenaga kesehatan maupun korban Covid-19 di tempat pemakaman umum yang justru saat ini sedang merebak di berbagai tempat.

Saya ingin kalian memberikan advokasi mengenai perlunya memberikan memberikan empati kepada orang yang melakukan isolasi mandiri karena positif Covid-19, ODP ,dan PDP berikut keluarganya. Berharap agar seluruh positif Covid-19, apalagi ODP dirawat di RS atau fasilitas pelayanan kesehatan saat ini, sungguh tidak masuk akal, karena seluruh RS dan fasyankes sudah tidak mampu menampung PDP. Rantai penularan Covid-19 bisa berhasil apabila kita ikut membantu proses isolasi mandiri, misalnya dengan membantu pemenuhan kebutuhan keluarga yang mengisolasi mandiri.

Kegiatan kalian sedapat mungkin dilakukan melalui virtual, karena pada saat kita berkegiatan di luar rumah, berarti melanggar protokol kesehatan. Physical distancing harus ditegakkan agar memutus rantai penularan Covid-19.

Saat ini kita sedang menghadapi bencana kemanusiaan sehingga kalian harus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks. Jangan mudah percaya dengan informasi yang tdk jelas sumbernya, apalagi langsung menyebarkannya. Cari informasi dari sumber resmi sehingga kita tidak menjadi bagian dari penyebaran berita hoaks.

Jangan lupa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT, karena ikhtiar sebaik apapun apabila tidak dibarengi dengan nilai-nilai ilahiah tidak akan bermakna.

Tetap sehat dan semangat ya anak-anak, insya Allah saya yakin kita mampu melewati ujian ini. Allah SWT bersama kita. Aamiinn Yaa Rabb

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 13 April 2020 pukul 15.38 WIB

Kepala Biro Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat

Eni Rohyani

Sebuah pesan yang penuh makna. Seperti sang ibu yang sedang mengarahkan kepada anaknya. Pesan ini menjadi arahan untuk FPSH HAM Jawa Barat. (red/hms/fpsh).

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *