Usai Dikukuhkan Pjs. Bupati, Ketua FPSH HAM Kabupaten Tasikmalaya akan Lakukan Ini

Usai Dikukuhkan Pjs. Bupati, Ketua FPSH HAM Kabupaten Tasikmalaya akan Lakukan Ini

TASIKMALAYA - Pjs. Bupati Tasikmalaya Hening Widiatmoko telah mengukuhkan 30 pengurus FPSH HAM Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (23/11/2020) kemarin. Meski telah resmi dikukuhkan bukan berarti tinggal diam. Ketua FPSH HAM Kabupaten Tasikmalaya Wanda Nugraha mulai ambil langkah. Pihaknya akan melaksanakan program yang telah dicanangkan FPSH HAM beberapa waktu ke depan.

"Tentunya sesuai dengan arahan Ketua FPSH HAM Jabar Kak Nandi yang mengatakan bahwa kegiatan FPSH HAM itu tidak perlu kegiatan yang besar, asal kecil namun dilakukan terus menerus dan pastinya berdampak besar jika dilakukan secara konsisten," kata Wanda Nugraha.

Dirinya berharap pengurusnya bisa kompak dan dapat menjalin kerja sama sesuai dengan analogi sapu lidi.

Seperti diketahui, Pjs. Bupati Tasikmalaya mengukuhkan Forum Pelajar Sadar Hukum dan Ham (FPSH HAM) Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah anggota FPSH HAM Kabupaten Tasikmalaya saat pengukuhan sebanyak 30 pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK. Pengukuhan dengan protokol kesehatan itu bertempat di OP Room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (23/11/2020).

Forum ini akan menjadi embrio bagi para pelajar dalam memahami dan mengamalkan kesadaran hukum dan HAM baik untuk dirinya sendiri, sesama pelajar, maupun masyarakat khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Pjs. Bupati Tasikmalaya Dr. Hening Widiatmoko, M. A. mengatakan bahwa FPSH HAM menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi muda sadar hukum. Para anggotanya akan menjadi pionir dalam terus menyosialisasikan berbagai peraturan sehingga menegakan aturan menjadi suatu kebutuhan.

Keberadaan FPSH-HAM diharapkan menjadi solusi di tengah berbagai persoalan yang timbul di kalangan generasi muda saat ini. FPSH HAM diharapkan juga menjadi tempat edukasi bagi sebaya dalam pencegahan COVID-19 saat ini.

"Anggota FPSH HAM harus miliki empati yang tinggi dengan sebayanya," kata Widiatmoko.

Sementara itu, Ketua FPSH-HAM Jawa Barat, Nandi menjelaskan, forum ini memang baru dikenal oleh pelajar, institiusi pemerintah atau non pemerintah, maupun masyarakat.

“Adanya forum ini untuk meningkatkan kesadaran Hukum dan HAM, terutama di kalangan pelajar, sehingga terwujud penegakan, perlindungan, kemajuan, dan pemenuhan hukum dan HAM di daerah Provinsi Jawa Barat,” jelas mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati itu. (fpsh)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *